Sabtu, 15 Oktober 2016

Konsep Demokrasi dan Bentuk Demokrasi dalam Sistem Pemerintahan dan Perkembangan Pendidikan Pendahuluan Bela Negara



KATA PENGANTAR
            Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang mana telah memberikan penulis kekuatan serta kelancaran dalam menyelesaikan makalah berjudul “Demokrasi, Sistem Pemerintahan Negara dan Perkembangan Pendidikan Pendahuluan Bela Negara” dapat selesai tepat waktu.
            Makalah ini dibuat dengan maksud agar memberikan wawasan kepada pembaca mengenai konsep demokrasi dan Pendidikan Pendahuluan Bela Negara. Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan baik dari bentuk penyusunan maupun materinya. Kritik dan saran dari pembaca sangat penulis harapkan untuk penyempurnaan makalah-makalah selanjutnya.


                                                                                                          Depok, 15 Oktober 2016


BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara istilah demokrasi memliki artian bahwa rakyat yang memberikan ketentuan atau peraturan dalam masalah-masalah mengenai kehidupan berbangsa dan bernegara, termasuk menilai kebijakan negara, karena kebijakan tersebut akan menentukan kehidupan rakyat negara itu.Sehingga dalam pelaksanaannya Demokrasi merupakan pemerintahan yang sutuhnya dilakukan untuk kepentingan rakyat.
Demokrasi dapat dikatakan pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Dengan adanya tuntutan atau dukungan dari rakyat sebagai masukan yang tentunya bersifat membangun , kemudian tuntutan itu dipertimbangkan dan dimusyawarahkan oleh rakyat yang duduk di lembaga legislatif atau anggota DPR dan MPR sebagai wakil rakyat sehingga hasil yang di musyawarahkan sesuai apa yang di butuhkan oleh rakyat. Hasil dari keluaran dapat mempengaruhi tuntutan baru, jika tidak sesuai dengan apa yang dituntut.

B. Rumusan Masalah
    Adapun masalah-masalah yang dikaji dalam makalah ini antara lain: 
1.       Apa itu Demokrasi? 
2.       Apa saja bentuk-bentuk Demokrasi?
3.       Apa saja ciri Pemerintahan Demokrasi?
4.       Apa yang dimaksud Bela Negara?
5.       Apa saja sasaran dari Pendidikan Pendahuluan Bela Negara?

C. Tujuan
                Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini adalah untuk menambah wawasan serta pengetahuan mengenai konsep demokrasi dan pendidikan pendahuluan bela Negara.


BAB II
PEMBAHASAN
I. Konsep Demokrasi

A. Pengertian Demokrasi :
Demokrasi adalah bentuk pemerintahan yang setiap warga negara memiliki hak yang setara dalam pengambilan keputusan yang menentukan hidup mereka. Demokrasi juga dapat diartikan sebagai bentuk pemerintahan yang dipegang oleh rakyat atau rakatlah yang mempunya kedaulatan tertinggi. Demokrasi mengisinkan warga negaranya untuk berpartisipasi baik secara langsung atau dengan perwakilan dalam perumusan, pengembangan, dan juga pembuatan hukum.

B. Bentuk Demokrasi Dalam Pengertian Sistem Pemerintahan Negara
Ada dua bentuk demokrasi dalam pemerintahan negara, antara lain :
1. Pemerintahan Monarki (monarki mutlak, monarki konstitusional, dan monarki parlementer)
2. Pemerintahan Republik : berasal dari bahasa latin, RES yang artinya pemerintahan dan PUBLICA yang berarti rakyat. Dengan demikian dapat diartikan sebagai pemerintahan yang dijalankan oleh dan untuk kepentingan orang banyak.

C. Prinsip-Prinsip Demokrasi
Prinsip demokrasi dan prasyarat dari berdirinya negara demokrasi telah terakomodosi dalam konstitusi NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia). Prinsip-rinsip demokrasi jika ditinjau dari pendapat Almadudi yang dikenal dengan "soko guru demokrasi". Menurut Almadudui, prinsip-prinsip demokrasi adalah sebagai berikut...
  • Kedaulatan rakyat
  • Pemerintahan berdasarkan persetujuan dari yang diperintah
  • Kekuasaan mayoritas
  • Hak-hak minoritas
  • Jaminan hak asasi manusia
  • Pemilihan yang bebas, adil dan jujur
  • Persamaan di depan hokum
  • Proses hukum yang wajar
  • Pembatasan pemerintah secara konstitusional
  • Pluralisme sosial, ekonomi dan politik
  • Nilai-nilai toleransi, pramatisme, kerja sama, dan mufakat

D. Ciri-ciri Pemerintahan Demokratis
Istilah demokrasi diperkenalkan kali pertama oleh Aristoteles sebagai suatu bentuk pemerintahan, yaitu suatu pemerintahan yang menggariskan bahwa kekuasaan berada di tangan banyak orang (rakyat). Dalam perkembangannya, demokrasi menjadi suatu tatanan yang diterima dan dipakai oleh hampir seluruh negara di dunia. Ciri-ciri suatu pemerintahan demokrasi adalah sebagai berikut:
a. Adanya keterlibatan warga negara (rakyat) dalam pengambilan keputusan politik, baik langsung maupun tidak langsung (perwakilan).
b. Adanya persamaan hak bagi seluruh warga negara dalam segala bidang.
c. Adanya kebebasan dan kemerdekaan bagi seluruh warga negara.
d. Adanya pemilihan umum untuk memilih wakil rakyat yang duduk di lembaga perwakilan rakyat.


E. Praktik Demokrasi Di Indonesia
Sejak diproklamasikannya kemerdekaan Indonesia, secara formal Indonesia menganut demokrasi konstitusional, namun sejak proklamasi kemerdekaan sampai sekarang telah terjadi perubahan dalam konstitusi Negara yaitu:
1. Periode 1945- 1949 menggunakan UUD 1945
2. Periode 1945- 1950 menggunakan UUD RIS
3. Periode 1950- 1959 menggunakan UUDS
4. Periode 1959- sekarang menggunakan UUD 1945
Perubahan penggunaan UUD ini berimplikasi pada sisitem pemerintahan begitu pula praktik pemerintahannya tidak jarang menyimpang dari landasan dasarnya sebagai contoh berlandaskan UUD 1945 sistem pemerintahannya presidentil, namun pada praktiknya sisitem parlementer, sampai digunakan UUD RIS dan UUDS bentuk pemerintahan menggunakan sistem parlementer. Jadi sistem pemerintahan presidentil murni baru dapat dilaksanakan setelah Dekrit presiden 1959 ( kembali ke UUD 1945 ). Maka untuk melihat perkembangan demokrasi Indonesia secara sederhana, kita dapat membagi menjadi tiga periode yaitu :
a) Masa demokrasi parlementer dari tahun 1945- 1959
b) Masa demokrasi terpimpin dari tahun 1959-1965
c) Masa demokrasi pancasila 1945- sekarang.


II. Pendidikan Pendahuluan Bela Negara

A. Definisi PPBN
Pendidikan Pendahuluan Bela Negara disingkat PPBN adalah pendidikan dasar bela negara guna menumbuhkan kecintaan pada tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara Indonesia, keyakinan akan Kesaktian Pancasila, kerelaan berkorban bagi Negara, serta memberikan kemampuan awal bela negara. Tujuan PPBN adalah mewujudkan warga negara Indonesia yang memiliki tekad, sikap dan tindakan yang teratur, menyeluruh, terpadu dan berlanjut guna meniadakan setiap ancaman baik dari dalam maupun dari luar negeri yang membahayakan kemerdekaan dan kedaulatan negara, kesatuan dan persatuan bangsa, keutuhan wilayah dan yuridiksi nasional serta nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945.

B. Sasaran PPBN
Sasaran Pendidikan Pendahuluan Bela Negara adalah terwujudnya warga negara Indonesia yang mengerti, menghayati dan sadar serta yakin untuk menunaikan kewajibannya dalam upaya bela negara, dengan ciri-ciri:
1) Cinta tanah air
Yaitu mengenal mencintai wilayah nasionalnya sehingga waspada dan siap membela tanah air Indonesia terhadap segala bentuk ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan yang dapat membahayakan kelangsungan hidup bangsa dan negara oleh siapapun dan dari manapun.

2) Sadar berbangsa Indonesia
Yaitu selalu membina kerukunan, persatuan, dan kesatuan di lingkungan keluarga, pemukiman, pendidikan, dan pekerjaan sera mencintai budaya bangsa dan selalu mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi, keluarga, dan golongan.

3) Sadar bernegara Indonesia
Yaitu sadar bertanah air, bernegara dan berbahasa satu yaitu Indonesia, mengakui dan menghormati bendera Merah Putih, Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, Lambang Negara Garuda Pancasila dan Kepala Negara serta mentaati seluruh peraturan perundang-undangan yang berlaku.

4) Yakin akan kesaktian Pancasila sebagai ideologi Negara
Yaitu yakin akan kebenaran Pancasila sebagai satu-satunya falsafah dan ideologi bangsa dan negara yang telah terbukti kesaktiannya dalam penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara,guna tercapainya tujuan nasional.

5) Rela berkorban untuk bangsa dan negara
Yaitu rela mengorbankan waktu, tenaga,pikiran, dan harta baik benda maupun dana,untuk kepentingan umum, sehingga pada saatnya siap mengorbankan jiwa raga bagi kepentingan bangsa dan negara.

6) Memiliki kemampuan awal bela negara
a) Diutamakan secara psikis (mental) memiliki sifat-sifat disiplin, ulet, kerja keras, mentaati segala peraturan perundang-undangan yang berlaku, percaya akan kemampuan sendiri, tahan uji, pantang menyerah dalam menghadapi kesulitan untuk mencapai tujuan nasional.
b) Secara fisik (jasmaniah) sangat diharapkan memiliki kondisi kesehatan dan keterampilan jasmani, yang dapat mendukung kemampuan awal bela negara yang bersifat psikis.



BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari uraian diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa Demokrasi adalah bentuk pemerintahan yang dipegang oleh rakyat atau rakyatlah yang mempunyai kedaulatan tertinggi. Ada dua bentuk demokrasi dalam pemerintahan Negara yakni Pemerintahan Monarki dan Pemerintahan Republik. Di Indonesia semenjak merdeka tahun 1945 telah memakai 3 demokrasi yakni demokrasi parlementer, demokrasi terpimpin, dan demokrasi pancasila.
PPBN adalah pendidikan dasar bela negara guna menumbuhkan kecintaan pada tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara Indonesia, keyakinan akan Kesaktian Pancasila, kerelaan berkorban bagi Negara, serta memberikan kemampuan awal bela negara.



Daftar Pustaka
Abdulkarim, Aim, Drs, M.Pd. 2004 “Kewarganegaraan untuk SMP Kelas II Jilid 2”. Bandung: Grafindo Media Pratama
Basrie, Chaidir. 1998. Bela Negara Implementasi dan Pengembangannya . Jakarta: UI-Press.
Dahlan, Saronji, Drs. Dan H. Asy’ari, S.Pd, M.Pd. 2004 “Kewarganegaraan Untuk SMP Kelas VIII Jilid 2”. Jakarta: Erlangga.




Tanggapan Penulis

Menurut penulis demokrasi yamg berjalan di Indonesia belum berjalan seperti semestinya. Dikarenakan dewasa ini tidak sedikit para anggota parlemen yang “melupakan” rakyatnya ketika mereka telah duduk enak di kursi “empuk”. Mereka sibuk dengan urusan pribadi mereka masing-masing, mengutamakan kepentingan golongan, dan berpikir bagaimana caranya mengembalikan modal mereka ketika kampanye. Fenomena ini sudah tidak aneh lagi bagi bangsa Indonesia. Para elite politik saat ini, sudah tidak lagi pada bingkai kesatuan, akan tetapi berada pada bingkai kekuasaan yang melingkarinya. Seperti misalnya, adanya sengketa hasil pemilu, black campaign ketika kampanye dan sebagainya, yang penting bisa mendapatkan kekuasaan. Semboyan Bhinneka Tunggal Ika pun telah luntur dalam dirinya. Untuk itu, diharapkan agar masyarakat ikut mengontrol jalannya pemerintahan agar menuju Indonesia yang lebih baik.  

Minggu, 22 Mei 2016

Hubungan Film "The Pursuit Of Happyness" dengan Mata Kuliah Ilmu Sosial Dasar

The Pursuit Of Happyness merupakan sebuah film biografi dari kisah hidup seorang Christopher Gardner yang merupakan seorang salesman yang berhasil menjadi pialang saham yang kaya raya. Dalam film ini terlihat peran seorang Chris membesarkan anaknya, berjuang demi anaknya, dan bekerja keras untuk terus bertahan hidup. Bila dikaitkan dengan materi Ilmu Sosial Dasar sesuai dengan bab 3.2 mengenai fungsi keluarga khususnya fungsi seorang ayah.
Dalam film ini awalnya Chris menghabiskan seluruh tabungan keluarga untuk membeli franchise untuk menjual scanner tulang (Bone Density Scanner) portable, bone density scanner tersebut mampu menghasilkan gambar lebih baik dari X-ray. Bila dikaitkan dengan materi Ilmu Sosial Dasar sesuai dengan bab 9 mengenai teknologi.

Disaat Chris sudah kehabisan uang dan tidak punya tempat tinggal akhirnya ia memutuskan untuk tidur di rumah singgah Glide Memorial Chruch. Bila dikaitkan dengan materi Ilmu Sosial Dasar sesuai dengan bab 10 mengenai agama dan masyarakat.

Resensi Film The Pursuit Of Happyness

DETAIL FILM
Sutradara        : Gabriele Muccino
Pemeran         : Will Smith, Jaden Smith, Thandie Newton, dan Castellaneta
Durasi              : 109 menit
Tanggal Rilis   : 15 Desember 2006  (Amerika Serikat), 12 Januari 2007 (Britania Raya).

The Pursuit Of Happyness merupakan film dengan kisah nyata atau biografi dari seorang selesman yang berhasil menjadi pialang saham bernama Christopher Gardner yang menjadi Jutawan dan bekerja pada perusahaan stockbroker dipasar saham yang ada di Amerika Serikat. Film ini berlatar waktu tahun 1981. Disaat itu Chris memiliki seorang istri dan seorang anak yang bernama Christopher Jarrett Medina Gardner Jr. 
Pada awalnya Chris menghabiskan seluruh tabungan keluarga untuk membeli franchise untuk menjual scanner tulang (Bone Density Scanner) portable, bone density scanner tersebut memang mampu menghasilkan gambar lebih baik dari X-ray, tetapi kebanyakan dokter yang ditemui Chris beranggapan bahwa harganya terlalu mahal. Keluarga kecil ini mulai terpecah ketika mereka menyadari bahwa mereka tak mampu membayar sewa rumah dan tagihan-tagihan yang semakin menumpuk.
Keadaan diperparah oleh kebiasaan Chris yang memarkir mobilnya sembarangan. Karena tak mampu membayar surat tilang, mobil Chris akhirnya disita. Chris yang saat itu menyadari banyak tagihan yang datang, iapun berusaha sangat keras untuk menjual alat tersebut. Tetapi disaat itu juga sang istri semakin resah terhadap kondisi ekonomi yang semakin tidak jelas. Puncaknya, istrinyapun pergi meninggalkan Chris dan pergi ke New York City. Awalnya ia hendak membawa serta Christopher, namun urung atas permintaan Chris
Disuatu hari ketika Chris melihat seorang memakai ferrari dan menanyakan apa perkerjaannya, dia menjawab seorang pialang saham. Setelah melihat orang tersebut Chris lalu mencari lowongan pekerjaan sebagai pialang saham. Chris menerima tawaran magang tanpa dibayar di sebuah perusahaan pialang Dean Witter Reynolds yang menjanjikan pekerjaan bagi peserta magang terbaik. Akhirnya Chris melamar di perusahaan tersebut, tetapi tidak pernah direspon oleh perusahaan itu.
Selanjutnya Chris melakukan sebuah pendekatan terhadap petinggi perusahaan yang bernama Mr.Twistle, Chris yang pantang menyerah tersebut mulai membuahkan hasil disaat Chris berpura-pura menumpang di sebuah taksi yang dinaiki oleh Mr.Twistle. Jaman tersebut ialah awal mulanya permainan rubik dipopulerkan, banyak sekali yang bermain itu. Selama perjalanan itu Mr.Twistle memainkan rubik dan masih belum bisa memecahkan permainan itu. Chris yang pernah hampir menyelesaikan rubik milik anaknya itupun mencoba menarik perhatian Mr.Twistle yaitu dengan memecahkan rubik tersebut, setengah perjalanan yang sangat panjang itupun membuahkan hasil yaitu Chris berhasil membuktikan ia bisa memecahkan permainan itu dan membuat Mr.Twistle terkagum.  Selanjutnya Chris dihubungi oleh pihak perusahaan untuk melakukan interview. Sehari sebelum interview disaat Chris sedang mengecat rumahnya, Chris didatangi oleh 2 orang polisi untuk menagih biaya tilang untuk mobilnya dan membawa Chris ke kantor polisi. Di kantor polisi Chris harus ditahan selama 12 jam karena ia tak sanggup untuk membayar denda tilang yang sudah berhari-hari. Keesokan harinya disaat interview Chris yang belum sempat untuk mandi akhirnya memberanikan diri untuk berpenampilan apa adanya. Dengan kepercayaan diri saat nama Chris dipanggil ia sempat ragu untuk berdiri tetapi kesempatan tidak akan dua kali ia berdiri dan menuju ruang interview. Didalam ruangan para petinggi sempat meragukan sosok Chris, kemudian disaat Chris berbicara dengan membawa suasana yang baik para petinggi itu melihat sosok yang bagus didalam Chris, sebagai pembelaan Mr.Twistle yang sering bertemu dengan Chris mengatakan bahwa penampilan Chris ini tidak biasanya. Selesai Interview, Chris didatangi oleh Mr.Twistle untuk memberi selamat atas interview yang luar biasa itu dan akan memberi Chris pemberitahuan untuk selanjutnya.
Chris yang sedang ditagih hutang oleh pemilik rumah itu memberikan waktu seminggu untuk membayar atau tidak pindah ketempat lain. Disaat itu ia harus menjual satu alat kedokteran itu untuk bertahan hidup. Alat tersebut terjual satu dan membuat Chris harus mencari tempat yang murah untuk tinggal. Disaat pelatihan yang sudah dimulai Chris sangat berjuang dengan kerasnya untuk berhasil masuk menjadi karyawan dengan bertahan hidup. Selama pelatihan, Chris tidak dibayar, dan mulai kehabisan uang. Chris yang kemudian di usir secara paksa oleh pemilik motel pun kebingungan karna tak tahu lagi tempat untuk ditinggali. Pergi ke stasiun kereta bawah tanah yang tak tahu tujuannya membuat Chris berserta anaknya bermalam di toilet umum. Selama beberapa hari ia tidur di tempat-tempat umum, namun kemudian ia memutuskan untuk tidur di rumah singgah Glide Memorial Chruch. Karena keterbatasan tempat, mereka harus mengantri untuk mendapatkan kamar. Kadang mereka berhasil, kadang gagal dan terpaksa tidur diluar. Kemiskinan dan ke-tunawisma-an ini semakin mendorong tekad Chris untuk menjalankan tugas dengan giat dan mendapatkan pekerjaan di Dean Witter Reynolds.
The Pursuit of happyness adalah salah satu film yang layak anda tonton. Banyak pelajaran hidup yang dapat diambil didalamnya. Menceritakan bagaimana sebuah kerja keras dan devotion seorang ayah terhadap anaknya membawa kebahagiaan.  Kita tidak tahu betapa mewahnya sebuah pertolongan bila kita tidak pernah kesulitan. Dan betapa indahnya kebahagiaan, bila tidak pernah merasakan penderitaan. Salah satu pelajaran hidup yang priceless.
Mungkin yang perlu kita pertanyakan dari kisah tersebut adalah bagaimana kita mengartikan sebuah kebahagiaan. Bukan hasil pencapaiannya, namun prosesnya. Karena Seorang milyuner seperti Gardner sekalipun pernah membuat keluarganya kelaparan. Pernah mengalami derita yang tak terbayangkan. Sangat beda dari film-film yang selalu berisi anak seorang kaya yang kemudian menjadi lebih kaya lagi kemudian hidup bahagia. Ini adalah cerita nyata yang juga dialami oleh ratusan juta orang di muka bumi.
Di akhir cerita, Chris berhasil menjadi peserta terbaik dan diterima bekerja di sana. Beberapa tahun kemudian, ia mendirikan perusahaan pialang sendiri, Gardner Rich. Pada tahun 2006, ia menjual sebagian kecil sahamnya dan berhasil mendapatkan jutaan dolar dari penjualan itu.

SUMBER:



Senin, 11 April 2016

Hubungan Film "An Inconvenient Truth" dengan Mata Kuliah Ilmu Sosial Dasar

            
Hasil gambar untuk an inconvenient truth




An Inconvenient Truth merupakan sebuah film dokumenter yang membahas tentang kondisi bumi saat ini, yang mengalami perubahan iklim (khususnya dalam pemanasan global). Dalam film ini terdapat konflik karena adanya perbedaan kepentingan antara Pemerintah (petinggi Negara) yang sedikit acuh dengan aktivis-aktivis lingkungan seperti Al Gore dkk. Apabila dikaitkan dengan materi mata kuliah ilmu sosial dasar sesuai dengan bab 8, yang membahas tentang pertentangan sosial dan integrasi masyarakat.
Dalam film ini juga membahas tentang perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Teknologi yang berkembang bukan hanya memiliki dampak positif, tetapi juga memiliki dampak negatif. Karena semua menggunakan mesin, dan gas buangnya yang berupa karbon,  maka akan menjadi pemicu semakin naiknya suhu permukaan bumi. Bila tidak segera diatasi dengan mencari bahan alternatif yang ramah lingkungan, maka dapat dipastikan suhu bumi akan terus meningkat dan mengancam kehidupan generasi mendatang. Apabila dikaitkan dengan materi mata kuliah ilmu sosial dasar sesuai dengan bab 9, yang membahas tentang teknologi.
Di akhir film Al Gore mengajak seluruh masyarakat dunia untuk ikut serta melestarikan bumi dimulai dengan hal-hal yang kecil. Seperti, menggunakan energi yang ramah lingkungan dan melakukan daur ulan sampah. Karena untuk menjaga kelestarian bumi membutuhkan kerjasama internasional dengan semua Negara. Apabila dikaitkan dengan materi mata kuliah ilmu sosial dasar sesuai dengan bab 8.5, yang membahas Integrasi Internasional. Semoga dengan adanya film ini, kita menjadi tersadar dan mulai mecintai bumi kita ini. Agar keberlangsungan hidup anak cucu kita dimasa yang akan datang menjadi lebih baik.

Resensi Film "An Inconvenient Truth"

DETAIL FILM
Direktor           : David Guggenheim
Aktor               : Al Gore
Durasi              : 97 Menit

            An Inconvenient Truth adalah sebuah film dokumenter yang dibawakan oleh Al Gore, mantan presiden Amerika Serikat dan juga seorang pejuang lingkungan.  An Inconvenient Truth menceritakan tentang pemanasan global atau yang lazim disebut “Global Warming”. Film yang dirilis pada tahun 2006 ini menjelaskan berbagai hasil penelitian para ilmuwan tentang pemanasan global. Di awal film,  Al Gore menjelaskan apa itu panas bumi yang dihasilkan oleh radiasi matahari. Ozon memerangkap sebagian panas bumi yang tujuan sebenarnya untuk mencegah suhu dingin yang terlalu ekstrim di muka bumi. Namun akibat pemanasan global, ozon tesebut menebal dan memerangkap panas yang berlebihan di muka bumi. Al  Gore mempresentasikan data bagaimana bumi ini makin panas karena efek rumah kaca. Lalu ia menunjukkan serangkaian foto-foto yang dengan jelas menunjukkan bahwa gletser dan danau yang menyusut, salju yang mencair, Garis pantai yang mundur.
            Banyaknya polusi menyebabkan banyak sinar infra merah yang seharusnya dipantulkan ke luar angkasa ditahan oleh bumi, akibatnya bumi semakin panas dan sedikit demi sedikit melelehkan gumpalan es di kutub. Al Gore juga memberikan contoh nyata seperti salju di Kalimanjaro, tentang badai Katrina, rata-rata suhu yang panas di berbagai kota di dunia, bencana kekeringan, penipisan es di Artik, serta luas daratan yang berkurang jika es di Antartika atau Greenland mencair dan apabila Greenland mencair pasti akan membanjiri kota-kota di dunia seperti Beijing, Shanghai, sampai Washington DC.
            Al Gore menunjukkan data bahwa 10 tahun terpanas  dalam sejarah berada di dalam 14 tahun terakhir. Selain panas bumi yang meningkat, pemanasan global juga mengakibatkan kadar air hujan meningkat. Namun peningkatan tersebut terjadi secara tidak merata di permukaan bumi. Di sebuah tempat, hujan bisa terjadi dengan sangat derasnya hingga mengakibatkan banjir serta tanah longsor. Namun di propinsi sebelahnya, hujan bisa tidak turun sama sekali berbulan-bulan sehingga terjadi kekeringan yang membuat tanah retak-retak. Akibat pemanasan global, siklus air menjadi labil dan tidak teratur. Hal ini berarti tingkat resiko bencana banjir bertambah.
            Al Gore juga menjelaskan bagaimana teknologi yang berkembang pesat berpengaruh terhadap pemanasan bumi. Pada jaman dahulu, kita melakukan segala-galanya dengan cara tradisional atau tanpa mesin. Namun kini, kita sangat bergantung pada mesin. Di dalam sebuah penelitian yang ditampilkan, Amerika Serikat merupakan kontributor pemanasan global yang paling tinggi. Hal ini disebabkan oleh teknologi yang digunakan Amerika Serikat merupakan yang paling canggih, seperti banyaknya pengguna kendaraan bermotor dan berdirinya pabrik-pabrik yang turut menyumbang terhadap pemanasan global.  Meski sulit diterima, namun kenyataan bahwa kemajuan teknologi tidak selalu diiringi dengan penanganan lingkungan yang baik harus diterima oleh masyarakat Amerika Serikat.
            Di dalam presentasinya, mantan presiden Amerika Serikat ini menjelaskan bahwa kita ibarat katak yang terperangkap di dalam sebuah teko pemanas yang ditutup. Kita tidak bisa kabur dari bumi sebagai tempat hidup. Hanya bumi lah pilihan kita untuk tinggal dan menyelamatkan bumi dari pemanasan global merupakan satu-satunya jalan jika kita ingin umat manusia berlanjut. Dan Al Gore juga menyatakan bahwa kita bisa meralat kesalahan kita dan bersama-sama menyelamatkan dunia ini kembali.
            Di akhir film, ditampilkan beberapa kalimat yang seharusnya menggugah perasaan kita sebagai nenek moyang dari generasi setelah kita. Kita harus menghargai generasi selanjutnya dan memberikan mereka kesempatan hidup di lingkungan yang baik. Bagaimana jika di masa depan anak dan cucu kita bertanya pada dirinya sendiri, mengapa orang tua kita tidak menyelamatkan bumi saat ada kesempatan? Kita harus mendengar pertanyaan mereka itu dari sekarang.
Berikut ini pesan yang disampaikan di akhir film:
1.      Kunjungi www.climatecrisis.net
2.      Kurangi emisi karbon anda hingga ke nol.
3.      Belilah peralatan dan lampu yang hemat energi
4.      Ganti termostat anda (dan gunakan termostat waktu) untuk mengurangi energi panas dan dingin
5.      Rancang bentuk rumah yang hemat energi
6.      Lakukan daur ulang sampah
7.      Jika mampu, belilah mobil hibrida
8.      Bila anda bias,jalan atau bersepedalah
9.      Bila bias, gunakan kereta dan angkutan umum
10.  Bilang orang tua anda untuk tidak menghancurkan dunia yang akan anda diami
11.  Jika anda orang tua, bergabunglah dengan anak anda untuk menyelamatkan dunia, yang akan mereka diami
12.  Berpindahlah ke sumber energi daur ulang
13.  Telponlah PLN anda untuk mengetahui apa ia menawarkan energi hijau. Jika tidak, tanyakan mengapa
14.  Pilih pemimpin yang berjanji memecahkan krisis ini. Usulkan ke kongres, jika mereka tidak dengar, calonkan diri anda.
15.  Tanamlah banyak pohon
16.  Bahaslah dalam komunitas anda
17.  Telpon acara di radio dan tulis artikel, desak untuk menghentikan emisi CO2
18.  Bergabunglah di gerakan internasional untuk menghentikan pemanasan global
19.  Kurangi ketergantungan minyak luar negeri
20.  Bantu petani mengembangkan bahan bakar alcohol
21.  Tingkatkan standar ekonomi bahan bakar, dapatkan emisi rendah dari pembuat kendaraan
22.  Jika anda percaya doa, doakan agar orang-orang menemukan kekuatan untuk berubah
23.  Dalam peribahasa orang Afrika lama mengatakan, sementara kau berdoa, berusahalah
24.  Ajak semua yang anda kenal untuk menonton film ini
25.  Pelajari sebanyak-banyaknya mengenai krisis iklim, lalu amalkan pengetahuan anda
            Film dokumenter ini mengandung pesan kepada kita semua agar kita menjaga kestabilan bumi yang kita tinggali sekarang, dan lebih peduli akan keadaan lingkungan karena kelangsungan bumi kita tergantung oleh kita semua. Dan dengan ditayangkan film ini marilah kita mulai bersama-sama untuk mengurangi emisi dan senantiasa menjaga kelestarian alam sekitar untuk kelangsungan hidup kita dan anak-anak kita nanti.

SUMBER: